oleh

Tuhan Itu Melampaui Segala Simbol Yang Diciptakan Dan Diwariskan turun-temurun Oleh Manusia, By Asa Firda Inayah Mahasiswi S-1 Psikologi

-Artikel-45 views
  1. PI-News.online – Saya berfoto dengan latar Salib Katolik, selain karena natal memang perayaan lahirnya Yesus Kristus yang akhirnya disalib (yang mana ini sejatinya lebih esensial untuk diingat dari pada hiasan pohon cemara atau busana sinterklas),
    Juga untuk menunjukkan bahwa Tuhan terlalu besar jika hanya dibingkai dalam satu agama. Tuhan itu melampaui segala simbol yang diciptakan dan diwariskan turun-temurun oleh manusia.

Mengapa? Kalau agama LEBIH BESAR dari Tuhan, bukan Tuhan yang LEBIH BESAR dari agama, berarti Tuhan TIDAK Maha Besar dong? Karena ada yang lebih besar dari Dia.

Padahal, katanya Tuhan Maha Besar. Jadi, Tuhan lah yang melampaui agama, bukan sebaliknya.

Ketika kita mendaki gunung, kita bebas untuk memilih jalur manapun yang kita kehendaki. Jalur A atau B atau C sama saja. Asalkan bisa membawa kita dengan selamat ke puncak.

Begitu pula dengan agama.

Agama adalah sarana, bukan tujuan. Tujuannya tetap Tuhan Yang Maha Esa. Entitas Maha Besar yang memiliki Semesta Raya sampai akhir masa.

Jadi kenapa mati-matian meributkan sarana, padahal kita sama-sama sedang berusaha menuju pada-Nya?

Jika Tuhan mau, Dia bisa saja menciptakan semua orang di dunia ini sebagai muslim/muslimah seperti saya. Tapi tidak, kan?

Tuhan menciptakan kita dengan agama yang berbeda, TIDAK DISERAGAMKAN sesuai kehendak orang-orang yang (cuma) merasa jadi wakil-Nya.

Lalu, bukankah Rasul Muhammad sendiri yang juga bilang kalau Tuhan amat dekat dengan pembuluh nadi semua manusia, bukan cuma umat X atau Y saja? Sehingga, memusuhi mereka yang berbeda, sama saja dengan memusuhi Tuhan. Melawan kehendak-Nya. Merasa lebih tahu. Merasa sedang memperjuangkan kebenaran, padahal aslinya memperjuangkan ego sendiri. Ego tanpa bekal ilmu sama sekali.

Kesombongan apa yang lebih besar dari itu?

Padahal, Alquran menyebutkan, tidak akan mencium bau surga orang yang di hatinya terdapat kesembongan walaupun cuma sebiji atom!

Untuk saudara-saudara saya umat Kristen dan Katolik, saya mengucapkan selamat menyambut Hari Raya Natal

Selamat bersuka cita.
Semoga kita semua senantiasa menjadi pembawa cinta kasih, damai dan terang bagi dunia. Tuhan memberkati.

Salam,
Asa Firda Inayah
Mahasiswi S-1 Psikologi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed